September 2009


Kenapa ku masih mempertanyakan sebuah harapan,

sementara ku telah membunuh jutaan perasaan

Ini tentang kebahagiaan..

tentang sekeping untaian perasaan

yang tepat menggantung bersebelahan penderitaan

Karena itulah, ketika meraih kebahagiaan

apa benar penderitaan telah tersisihkan,

karena setiap kebahagiaan selalu diikuti penderitaan

seperti sebuah ikatan tak terlepaskan

Maka demi setitik harapan berisi kebahagiaan,

jangan selipkan penderitaan yang akan korbankan

jutaan perasaan..

Iklan

Baru aja abis makan buka puasa, semua sudah pada selesai makan, tinggal nenek yang masih dengan lambat melahap makan dan ayah yang lagi ngemil ringan dekat nenek. Niatnya mo ngambil wudhu, ga sengaja aku dengar percakapan mereka, kira-kira begini:

Ayah   : Belom selesai nek makannya??

Nenek : Iya, tadi diambilin nasi kebanyakan sih.

Ayah   : Bukannya tadi porsinya sama smua, gigi palsunya udah ga pas ya nek??

Nenek : Dikit..

Ayah   : Pantes aja lambat, gimana klo ntar nasi, lauk & sayurnya diblender aja dulu buat nenek, jadi tinggal diminum aja nek.. :mrgreen:

Aku      : *GDUBRAAKKKKKKK…*

5 dasar kebutuhan manusia:

1. Kebutuhan fisiologis

– makan

– minum

– sex :mrgreen:

– dll

2. Kebutuhan mencintai dan dicintai

3. Kebutuhan rasa aman dan nyaman

4. Harga diri

5. Aktualisasi diri

Riadhus Shalihin

 

 an nisa 58

“Bahwasanya Allah menyuruhmu, supaya menyampaikan amanat kepada pemiliknya.” (Q.S. An-Nisa 58)

indahkanlah hari ku

pagi yang berkabut, bukan embun

siang yang tenang, namun gersang

hingga akhirnya pelangi datang

tanpa hujan

kau lah embun di kala petang

membawa kembali keindahan

petang laksana fajar, tak tergantikan