Sambil berbincang dengan ibunda tercinta yang sedang terbaring sakit, tiba-tiba kami terbawa kepada kenangan masa lalu tentang Sungai Martapura dan Kampung Melayu, Kampung dimana kami tinggal selama kurang lebih 20 tahun ini.

Dimulai dengan mengingat para tetangga kami yang sudah banyak pindah meninggalkan kampung ini, mengingat orang-orang yang telah banyak berjasa untuk menjaga kampung ini, hingga kini, saat dimana keindahan Kampung Melayu dan Sungai Martapura hanya menjadi kisah klasik yang hanya bisa diceritakan kakek kepada cucunya, kisah yang hanya menjadi dongeng sebelum tidur, kisah yang apabila diceritakan akan terdengar seperti sebuah negeri impian yang tidak pernah ada. Tapi, saya akan mengajak anda untuk kembali ke masa lalu bersama mesin waktu saya, “kenangan”, beginilah saat itu..

Rumah-rumah di Kampung Melayu merupakan perumahan sederhana yang dibangun di bantaran Sungai Martapura. Dulu, rumah-rumahnya sangat tertata, rapi dan bersih, walaupun tidak terlalu pesat dan berkembang seperti sekarang ini. Pada beberapa rumah yang dibangun diatas perairan kebanyakan terdapat dermaga masing-masing, yang mana dermaga tersebut dikelilingi jalan kayu sehingga terlihat seperti kolam renang sederhana, dimana setiap sore terdapat banyak anak-anak kecil bermain air dan belajar berenang. Sedangkan pada beberapa rumah yang berada didaratan umumnya dibangun sedikit lebih tinggi, sehingga kolong rumahnya pun dapat dimasuki anak kecil atau orang dewasa kalau berjongkok, kolong rumah biasanya ditumbuhi rumput-rumput kecil seperti lumut dibebatuan dan bersih dari sampah, disini biasanya kami bermain sambil istirahat direrumputan.

Sungai Martapura merupakan sumber air bersih kedua yang digunakan perduduk disamping air ledeng. Dalam tiap 1 tahun, ada masanya selama 2 bulan dimana air sungai menjadi sangat bersih dan jernih bahkan melebihi jernihnya air laut, dasar sungai yang sangat dalam pun dapat terlihat jelas. Pada masa ini, ikan-ikan yang dulunya berenang didalam air sebagian besar berenang dipermukaan air, sehingga siapapun dapat menangkapnya dengan mudah, mulai dari ikan yang berukuran 1 jari hingga yang berukuran sebesar paha orang dewasa. Umumnya ikan-ikan Sungai Martapura ini bermunculan pada siang hingga sore hari, tepat saat para penduduk mandi ke dermaga. Selain itu, di dasaran sungai pun dapat terlihat jelas ikan yang hidup berkoloni yang jumlahnya ribuan melewati sungai. Indah bukan?