Entah kenapa dalam tahun-tahun ini saya suka meneliti tetang cara kerja pikiran manusia, khususnya pikiran bawah sadar. Menyimpang, memang menyimpang dari studi yang sedang saya jalani saat ini yaitu Ilmu Komputer, namun meneliti tentang pikiran manusia memiliki ketertarikan tersendiri disamping terus belajar tentang pikiran/otak komputer:mrgreen: . Dari beberapa peristiwa yang terjadi sehari-hari, saya terus menyimak bagaimana cara kerja pikiran kita, dan yang saya peroleh kali ini adalah bahwa pikiran bawah sadar kita tidak menerima kalimat negasi sepeti “tidak”, “jangan”, “dilarang”, dsb. Saya akan menerangkan bagaimana saya dapat memperoleh kesimpulan seperti itu, namun sebelum itu saya akan menerangkan tentang pikiran manusia terlebih dahulu.

Dari beberapa sumber yang telah saya baca, pikiran manusia terbagi menjadi dua, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar merupakan fungsi yang memungkinkan seseorang melakukan suatu kebiasaan dibawah kesadaran orang tersebut seperti halnya berkendara roda dua, pikiran bawah sadar membuat kita mampu berkendara tanpa harus memikirkan bagaimana prosedur menjalankan kendaraan, tanpa sadar saat ingin mempercepat kendaraan tangan kita memutar gas, begitu juga saat ingin melambatkan kendaraan atau berhenti tanpa disadari kaki kita akan menginjak pedal rem, bahkan memindah transmisi, semua itu terjadi tanpa disadari oleh pengendara tersebut bahkan pengendara dapat melakukannya sambil berbincang bersama teman boncengannya bukan? Pikiran bawah sadar ini memiliki persentase 88%, sehingga banyak pekerjaan yang mampu dilakukannya. Sedangkan pikiran sadar merupakan fungsi yang membantu seseorang melakukan sesuatu dengan kesadaran penuh seperti halnya orang yang pertama kali berkendara roda dua, saat belajar berkendara si pengendara akan terkonsentrasi penuh pada prosedur berkendara, ia akan akan terkonsentrasi apabila ingin mengatur kecepatan ada pada tuas gas, apabila ingin berhenti ia akan memikirkan penuh agar kakinya menginjak pedal rem, bahkan orang yang belajar berkendara cenderung akan menghitung transmisi yang digunakannya, bukankah begitu? Pikiran sadar ini memiliki persentase 12%, hanya sebagian kecil dibandingkan pikiran bawah sadar. 

Back to topic, bagaimana bisa pikiran bawah sadar manusia tidak menerima kalimat negasi? Pada dasarnya pikiran bawah sadar lebih mudah menerima perintah dan sugesti, sehingga apapun yang diterima akan langsung dapat diproses olehnya. Namun kenapa tidak bisa menerima kalimat negasi? Itu karena pikiran bawah sadar memproses dengan cepat tanpa pertimbangan bahwa apakah sugesti yang diterima berupa kalimat yang dimaksudkan untuk dilakukan atau untuk tidak dilakukan, dengan kata lain kalimat tersebut langsung menjadi objek atau inspirasi pikiran bawah sadar untuk lakukan. Bingung? Begini, saya akan memberikan beberapa contoh agar dapat membantu mengobati kebingungan anda.

Contoh pertama, berikut ini sudah pernah saya lakukan dan mungkin juga dapat anda buktikan. Pertama saya menyediakan beberapa buah kue kecil untuk dimakan tapi tidak dihitung jumlahnya, sebelum memakan saya tanamkan kalimat dikepala saya yaitu “jangan hitung jumlah dimakan”, kalimat itu terus saya ingat dan pikirkan sambil memakan kue tersebut, tapi tahukah anda yang terjadi? Pikiran saya malah bertindak sebaliknya, saya jadi menghitung dan mengetahui jumlah kue yang saya makan. Beberapa saat kemudian, saya mengalihkan pikiran saya agar sibuk menjadi memikirkan jalan-jalan yang saya lalui dari kampus hingga ke rumah sambil memakan kue tadi, hanya memikirkan jalan yang saya lalui, dan tahukah anda apa yang terjadi? Saya malah lupa berapa jumlah kue yang saya makan. Dari sini kita lihat bahwa kalimat “jangan hitung” akan dicerna oleh pikiran bawah sadar dan menjadi inspirasi untuk melakukan sesuatu yaitu “menghitung”, sehingga mau tidak mau secara otomatis otak kita malah akan menghitung, namun lain halnya ketika kita mengalihkan pikiran kita kepada hal lain seperti “mengingat jalan” atau kita perintahkan untuk “tidak mengingat jalan”, sehingga yang menjadi inspirasi di pikiran kita adalah “mengingat jalan” dan inspirasi ini tanpa kita sadari mengalihkan bahkan melupakan pikiran kita dari perintah untuk “menghitung”. Anda mengerti?

Contoh kedua, ini biasanya banyak dialami oleh muda mudi yang sedang patah hati. Contoh berikut ini merupakan implementasi sugesti kalimat negasi dalam kasus percintaan. Dalam kasus ini diceritakan sepasang kekasih yang pada masa pacarannya senang sekali pergi ke tempat karaoke bersama, menyanyi dan bersenang-senang bersama, sebutlah mereka Romeo dan Juliet. Suatu ketika, mereka putus dan berpisah. Juliet terus berusaha untuk melupakan kekasihnya tersebut dengan menghindari setiap hal yang berhubungan dengan pria tersebut. Saat pergi keluar bersama teman-temannya, mereka mengajak Juliet untuk karaoke bersama, tapi Juliet tidak mau dengan alasan “ingin melupakan Romeo yang sering mengajak karaoke”, dan terus seperti itu setiap kali diajak pergi karaoke oleh teman-temannya. Namun apa yang terjadi, Juliet malah terus teringat akan kekasihnya Romeo. Tahukah anda mengapa bisa terjadi seperti itu? Itu karena Juliet berusaha melupakan setiap hal yang berhubungan dengan Romeo, padahal dengan berusaha melupakan hal yang berhubungan dengan Romeo artinya ia harus mengingat terlebih dahulu hal apa saja yang berhubungan dengan Romeo agar tidak dilakukannya, bukan begitu? Yang menjadi objek dalam sugesti tersebut adalah “setiap hal yang berhubungan dengan Romeo”, sehingga yang terjadi malah Juliet akan terus memperkuat ingatannya tentang kekasihnya Romeo.

Dari sekian contoh yang saya terangkan, apakah anda mengerti bagaimana cara kerja pikiran bawah sadar kita sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.

Mohon maaf apabila anda kurang sependapat dengan tulisan saya ini, tapi semua yang saya peroleh ini berdasarkan setiap hal yang saya alami sehari-hari.:mrgreen: