Sudah beberapa tahun saya vacuum (baca:vakum) dari ngeband alias main musik. Kini band kami tidak ada kabar berita selanjutnya, apa dan bagaimana kelanjutannya, hal itu dikarenakan masing-masing dari personil telah berkeluarga atau sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing (sok sibuk MODE:ON). Untuk itu saya ulas sedikit tentang band saya agar suatu saat dapat dikenang anak cucu kami:mrgreen:, selain itu juga agar para pembaca tau bahwa kami pernah exist di bumi ini😀.

 

Malaikat, itu nama band kami dulu. Pasti banyak sekali yang bertanya kenapa dinamakan Malaikat? (sok terkenal MODE:ON). Sebenarnya nama Malaikat tidak kami permanenkan dengan sengaja. Begini awal mula ceritanya, nama Malaikat itu sering dilafalkan nenek saya ketika memanggil saya dulu sewaktu kecil, saya juga kurang mengerti dengan jelas apa sebabnya, beliau hanya mengatakan bahwa saya ini terlalu lugu. “Lugu?”:mrgreen: “lugu” sebenarnya kurang tepat ditujukan pada saya, mengingat saya ini bukan makhluk lugu yang seperti pembaca bayangkan😀.  Back to topic, awal mula, suatu ketika (sekitar tahun 2003-2004, lupa:mrgreen: ) saya bersama teman-teman  mau pergi ngeband (main musik) di studio, bukan studio milik kami pribadi melainkan studio yang disewakan. Setiap kali kami memesan studio melalu telepon, kami selalu kebingungan ketika si pemilik studio menanyakan “pemesanan studio atas nama siapa?”, karena setiap minggunya kami selalu berganti-ganti nama, hal itu juga dikarenakan kami tidak memiliki nama band. Lupa saya sampaikan bahwa semula kami ngeband tidak bertujuan seperti orang ngeband pada umumnya, kami dulu ngeband hanya bertujuan untuk penyegaran, mengisi waktu luang, menghilangkan kejenuhan atas rutinitas sehari-hari. Kembali ke jalan yang lurus😀, suatu ketika kami kembali ditanyakan oleh si pemilik studio “pemesanan studio atas nama siapa?”, saya bingung harus menjawab apa, entah kenapa tiba-tiba saya saya teringat kata “Malaikat”, spontan  saya katakan kepada teman-teman atas nama Malaikat dan segera saja kami pesan atas nama Malaikat. Sejak saat itu hingga minggu berikutnya ketika memesan studio, selalu nama itu yang kami gunakan.

 

Dari waktu ke waktu, kami semakin rutin bermain musik, hingga personil dari Malaikat pun terus bertambah, namun tidak berkurang. Kok bisa? Aneh bukan?! Bukannya pembagian instrument musik itu terbatas? Apa mungkin  ada yang pakai instrument tutup panci tetangga  yang dimainkan dengan cara ditabuh? Apa mungkin menggunakan instrument kumis pemilik studio yang dimainkan dengan cara dipetik? Atau apa mungkin juga ada yang memainkan instrument seperti vokalis film D’bijis?:mrgreen:  Lebih tepatnya kami semua saling berbagi, tidak perduli berapa banyak guitarist, vokalis, atau apapun, toh kami tetap bisa bermain musik dengan cara bersama walau bergantian, namun janji kami bahwa tidak ada satu personil pun yang berstatus keluar dari band, namun kami akan terus bersatu dalam satu kesatuan Malaikat Band.

 

Tidak tercatat dengan pasti kapan Malaikat diresmikan sebagai nama band kami, hingga pada awal tahun 2008, nama Malaikat resmi kami nobatkan sebagai nama band kami. Pada awal tahun 2008 pula kami bertemu dengan band lain, yaitu Eclipse. Malaikat bersama dengan Eclipse membangun sebuah organisasi yang bernama “IMO”, dari para crew Eclipse inilah Saya banyak belajar, hingga akhirnya kami semua mampu memiliki studio rekaman sendiri, studio mini lebih tepatnya, hal itu dikarenakan setiap peralatan yang kami gunakan sangat minim.

 

Sekarang, kami para personil sangat jarang sekali dapat bertemu apalagi untuk latihan musik bersama. Hampir setiap personil memiliki kesibukan, ada yang bekerja, berkeluarga, berketurunan:mrgreen: , bahkan pengacara alias pengangguran banyak acara seperti saya :mrgreen:  .

Mungkin dilain postingan akan saya ulas lebih dalam lagi tentang para personil. Mudahan dengan postingan saya yang singkat ini dapat membuat para pembaca percaya bahwa kami band yang bernama Malaikat pernah ada.😀

 

 

profil sementara

link: http://malaikatband.multiply.com