Juni 2011


Sebelum menggambarkan bagaimana pendapat saya tentang hipnotis, saya ingin memberikan sebuah cerita sederhana agar anda sebagai pembaca mengerti cara pandang kita untuk menilai suatu pengetahuan yang kita belum tentu tau kebenarannya.

Suatu ketika, beberapa minggu yang lalu, saya pergi ke Mall yang ada di Banjarmasin. Tujuan saya pergi ke mall tersebut adalah untuk mencari informasi tentang barang yang ingin saya beli yaitu MacBook Pro (Hanya sebagai contoh, bukan bermaksud sombong :mrgreen: ). Begini kiranya percakapan saya dengan penjual laptop kelas atas tersebut.

Saya : Mas.. Pa.. MacBook-nya Apple ada?
Penjual : Ada, mau yang mana? MacBook Air, Pro atau White?
Saya : Ngga, saya cuma mau nanya-nanya dikit sebelum beli.
Penjual : iya..?
Saya : MacBook bisa dipasang OS Windows ngga??
Penjual : Setau saya sih dia udah punya OS sendiri, tapi tunggu bentar..
*Penjual memanggil bos pemilik toko laptop ternama tersebut*
Penjual : Koh, MacBook bisa dipasang OS Windows ngga??
Bos : Ngga bisa mas.
Saya : Masa Koh? ngga bisa apa ngga tau? apa ngga ada cara biar bisa dipasangkan OS Windows?
Bos : Iya. Ngga bisa. Saya kan punya MacBook, dia emang udah punya OS sendiri bawaan dari Mac, jd OS nya tersendiri, ngga bisa pake Windows.
*sambil meyakinkan dengan MacBook-nya didepan pelanggan lain yang membuat seolah-olah betapa gapteknya saya,Β seorang mahasiswa ilmu komputer*
Saya : gitu ya.. (lebih…)

Iklan

Tidak terasa, sudah 23 tahun saya dibesarkan oleh kedua orang tua saya, namun sampai hari ini masih belum ada pencapaian atau sesuatu yang berarti untuk dapat dibanggakan ayah (saya memanggilnya abah) dan ibu (dirumah saya memanggilnya mama).

Tidak terasa pula hari ini adalah ulang tahun mama yang ke 49 tahun. Waktu cepat sekali berlalu bagi mereka yang menyadarinya. Dalam rentang waktu selama ini, apa yang bisa saya persembahkan untuk mama? Kuliah saja belum selesai (walaupun hanya menunggu sidang akhir), tapi tetap saja saya masih belum memiliki pencapaian yang berarti.

Untuk saat ini doa untuk mama adalah satu-satunya yang dapat saya persembahkan. Semoga dikabulkan Allah SWT..

Selamat ulang tahun mama tercinta, semoga panjang umur dan sehat selalu untuk bisa melihat kami dewasa dan menua bersama anak cucu mama, kelak.. πŸ™‚

Melanjutkan posting sebelumnya, apabila setting koneksi dasar mikrotik sudah dilakukan, maka untuk membuat antrian traffic diperlukan rule pada queue baik menggunakan simple queue ataupun menggunakan queue tree. Tujuan dari dibuatkannya queue adalah agar setiap user yang menggunakan jaringan tidak rebutan bandwith.
Berikut langkah-langkahnya.
Pertama, buka dan connect menggunakan winbox ke router mikrotik.
Kemudian pilih menu Queue, pada tab simple queue tambahkan rule untuk queue baru dengan memilih (+). Masukkan target address-nya, yaitu ip address yang akan dikenakan rule tersebut, masukkan max-limit upload dan download-nya, dan tekan OK.
Ulangi langkah tersebut pada ip address lain yang ingin diberikan batasan bandwith.
Mudah bukan? πŸ™‚ Selamat mencoba..

Sebelum melakukan setting dasar mikrotik, pastikan bahwa mikrotik yang anda punya tidaklah trial, karena apabila trial itu hanya akan membuat anda membuang tenaga untuk melakukan setting sementara mikrotik hanya mampu bertahan selama 24 jam.

Baiklah, untuk menyetting mikrotik agar lebih mudah, hal pertama yang harus anda lakukan adalah masuk menggunakan winbox. Anda sdh mempunyai wibox bukan? apabila belum, silakan download winbox menggunakan browser untuk masuk pada ip gateway mikrotik itu sendiri. Tapi sebelumnya, IP komputer yang digunakan harus 1 kelas dengan ip gateway, jadi untuk IP komputer yang digunakan untuk setting mikrotik silakan diisikan 10.0.0.50.

Berikut langkah-langkahnya.

Pertama, klik menu interface, akan terlihat 2 buah ether yang aktif. Ether yang mengarah ke lan kita beri nama lokal, sementara ether yang mengarah ke internet kita beri nama publik.

Kedua, klik menu IP, pilih tanda (+) untuk menambahkan IP address. Isikan IP 10.0.0.100/24 untuk interface lokal. Isikan IP 192.168.1.100/24 untuk interface yang mengarah ke publik/modem (karena biasanya IP modem 192.168.1.1; apabila modem berupa bridge maka IP yang mengarah ke publik bisa kita beri IP Publik dari ISP).

Ketiga, klik menu IP > Routes, Β pilih tanda (+) untuk menambahkan route baru, pada gateway isikan IP gateway modem yaitu 192.168.1.1, apabila benar maka saat di-apply maka interface yang muncul adalah reachable publik, dan klik Ok. Maka list routes yang ada pada IP > Routes sekarang menjadi 3, yaitu IP gateway yang baru ditambahkan, IP publik dan IP lokal.

Keempat, klik menu IP > DNS, pilih pada setting, masukkan DNS Sp**dy apabila anda menggunakan ISP Sp**dy, isikan Primary DNS, untuk mengisikan Secondary DNS, klik tanda panah segitiga kebawah dan isikan Secondary DNS, centang Allow Remote Request, dan klik Ok.

Kelima, klik menu IP > Firewall, pilih pada menu tab NAT, tambahkan NAT baru dengan memilih tanda (+), pada chain isikan Scrnat, dan Src.Address isikan IP lokal yaitu 10.0.0.0/24, pada Out.Interface isikan ether-publik, pada Action isikan masquerade, dan klik Ok.

(*)Apabila kelima langkah tersebut sudah dilakukan, cobalah masuk pada menu new terminal, cobalah ketikkan ping 10.0.0.1 untuk mengecek koneksi mikrotik ke Lan, dan ketikkan ping 192.168.1.1 untuk mengecek koneksi mikrotik ke modem/publik. Apabila respon yang didapat adalah reply berarti koneksi sudah berhasil, namun apabila responnya adalah request time out, berarti koneksi masih bermasalah, untuk itu silakan ulangi untuk setting koneksi yang bermasalah.

(**)Setelah pengecekan koneksi seperti yang dianjurkan diatas sudah dilakukan, cobalah untuk mengecek koneksi dari komputer ke publik dengan perantara mikrotik. Caranya buka command prompt, ketikkan ping 192.168.1.1, apakan reply ataukah request time out. Apabila reply berarti sukses untuk dapat dilanjutkan ke setting berikutnya, apabila belum reply (rto), maka berikut langkah tambahan yang harus dilakukan.

Pertama, pilih menu IP > dhcp server, klik tanda (+), biarkan name diisikan default dan interface harus diisikan ether-lokal, dan klik Ok. Coba ulangi langkah (**), apabila sudah bisa reply maka setting sudah berhasil, apabila belum, lakukan langkah berikut.

Kedua, pilih menu IP > dhcp client, klik tanda (+), pada interface pilih ether-publik, dan klik OK. Coba ulangi langkah (**), apabila sudah bisa reply berarti setting sudah berhasil, sedangkan apabila masih belum bisa, coba ulangi langkah dari awal.

Bagi kalian yang sudah berhasil, bisa melanjutkan ke postingan saya berikutnya. Semoga membantu..

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Sudah lama sekali rasanya tidak membuat postingan baru, akhirnya muncul dengan posting yang satu ini, semoga membantu.. πŸ˜€

Sebelumnya saya mencoba internetan menggunakan modem h**wei pada OS windows 7, kecepatan yang saya dapatkan sesuai dengan kecepatan yang dijanjikan provider internet. Namun ketika saya berselancar menggunakan MacBook Pro dengan menggunakan Mac OS X, internet menjadi begitu lambat, kecepatan yang semula saya dapatkan ketika menggunakan windows 7 berkisar 40kbps setelah menggunakan Mac OS X pada MacBook Pro yang saya dapatkan hanya 6 – 10 kbps saja.

Saya mencoba berbagai solusi pemecahannya, namun yang saya temukan hanya artikel-artikel berbahasa Inggris yang tidak begitu saya mengerti. Akhirnya saya putus asa untuk mencoba mencari pemecahan dari berbagai artikel berbahasa Inggris, saya hanya mencoba beberapa settingan di Mac, dan.. akhirnya berhasil, kecepatan internet sudah sesuai seperti yang diharapkan. Berikut settingannya..

System Preferences > Network > pilih koneksi internet, dalam hal ini saya menggunakan modem H**wei > Advanced > Proxies > Check “Auto Proxy Discovery”, check “Exclude simple hostnames”, dan Uncheck “Use Passive FTP Mode (PASV)” > Ok

Kemudian Apply dulu setting tersebut, dan.. Cekidot. πŸ˜€

Semoga membantu..