Sebelum melakukan setting dasar mikrotik, pastikan bahwa mikrotik yang anda punya tidaklah trial, karena apabila trial itu hanya akan membuat anda membuang tenaga untuk melakukan setting sementara mikrotik hanya mampu bertahan selama 24 jam.

Baiklah, untuk menyetting mikrotik agar lebih mudah, hal pertama yang harus anda lakukan adalah masuk menggunakan winbox. Anda sdh mempunyai wibox bukan? apabila belum, silakan download winbox menggunakan browser untuk masuk pada ip gateway mikrotik itu sendiri. Tapi sebelumnya, IP komputer yang digunakan harus 1 kelas dengan ip gateway, jadi untuk IP komputer yang digunakan untuk setting mikrotik silakan diisikan 10.0.0.50.

Berikut langkah-langkahnya.

Pertama, klik menu interface, akan terlihat 2 buah ether yang aktif. Ether yang mengarah ke lan kita beri nama lokal, sementara ether yang mengarah ke internet kita beri nama publik.

Kedua, klik menu IP, pilih tanda (+) untuk menambahkan IP address. Isikan IP 10.0.0.100/24 untuk interface lokal. Isikan IP 192.168.1.100/24 untuk interface yang mengarah ke publik/modem (karena biasanya IP modem 192.168.1.1; apabila modem berupa bridge maka IP yang mengarah ke publik bisa kita beri IP Publik dari ISP).

Ketiga, klik menu IP > Routes,  pilih tanda (+) untuk menambahkan route baru, pada gateway isikan IP gateway modem yaitu 192.168.1.1, apabila benar maka saat di-apply maka interface yang muncul adalah reachable publik, dan klik Ok. Maka list routes yang ada pada IP > Routes sekarang menjadi 3, yaitu IP gateway yang baru ditambahkan, IP publik dan IP lokal.

Keempat, klik menu IP > DNS, pilih pada setting, masukkan DNS Sp**dy apabila anda menggunakan ISP Sp**dy, isikan Primary DNS, untuk mengisikan Secondary DNS, klik tanda panah segitiga kebawah dan isikan Secondary DNS, centang Allow Remote Request, dan klik Ok.

Kelima, klik menu IP > Firewall, pilih pada menu tab NAT, tambahkan NAT baru dengan memilih tanda (+), pada chain isikan Scrnat, dan Src.Address isikan IP lokal yaitu 10.0.0.0/24, pada Out.Interface isikan ether-publik, pada Action isikan masquerade, dan klik Ok.

(*)Apabila kelima langkah tersebut sudah dilakukan, cobalah masuk pada menu new terminal, cobalah ketikkan ping 10.0.0.1 untuk mengecek koneksi mikrotik ke Lan, dan ketikkan ping 192.168.1.1 untuk mengecek koneksi mikrotik ke modem/publik. Apabila respon yang didapat adalah reply berarti koneksi sudah berhasil, namun apabila responnya adalah request time out, berarti koneksi masih bermasalah, untuk itu silakan ulangi untuk setting koneksi yang bermasalah.

(**)Setelah pengecekan koneksi seperti yang dianjurkan diatas sudah dilakukan, cobalah untuk mengecek koneksi dari komputer ke publik dengan perantara mikrotik. Caranya buka command prompt, ketikkan ping 192.168.1.1, apakan reply ataukah request time out. Apabila reply berarti sukses untuk dapat dilanjutkan ke setting berikutnya, apabila belum reply (rto), maka berikut langkah tambahan yang harus dilakukan.

Pertama, pilih menu IP > dhcp server, klik tanda (+), biarkan name diisikan default dan interface harus diisikan ether-lokal, dan klik Ok. Coba ulangi langkah (**), apabila sudah bisa reply maka setting sudah berhasil, apabila belum, lakukan langkah berikut.

Kedua, pilih menu IP > dhcp client, klik tanda (+), pada interface pilih ether-publik, dan klik OK. Coba ulangi langkah (**), apabila sudah bisa reply berarti setting sudah berhasil, sedangkan apabila masih belum bisa, coba ulangi langkah dari awal.

Bagi kalian yang sudah berhasil, bisa melanjutkan ke postingan saya berikutnya. Semoga membantu..