Sebelum menggambarkan bagaimana pendapat saya tentang hipnotis, saya ingin memberikan sebuah cerita sederhana agar anda sebagai pembaca mengerti cara pandang kita untuk menilai suatu pengetahuan yang kita belum tentu tau kebenarannya.

Suatu ketika, beberapa minggu yang lalu, saya pergi ke Mall yang ada di Banjarmasin. Tujuan saya pergi ke mall tersebut adalah untuk mencari informasi tentang barang yang ingin saya beli yaitu MacBook Pro (Hanya sebagai contoh, bukan bermaksud sombong:mrgreen: ). Begini kiranya percakapan saya dengan penjual laptop kelas atas tersebut.

Saya : Mas.. Pa.. MacBook-nya Apple ada?
Penjual : Ada, mau yang mana? MacBook Air, Pro atau White?
Saya : Ngga, saya cuma mau nanya-nanya dikit sebelum beli.
Penjual : iya..?
Saya : MacBook bisa dipasang OS Windows ngga??
Penjual : Setau saya sih dia udah punya OS sendiri, tapi tunggu bentar..
*Penjual memanggil bos pemilik toko laptop ternama tersebut*
Penjual : Koh, MacBook bisa dipasang OS Windows ngga??
Bos : Ngga bisa mas.
Saya : Masa Koh? ngga bisa apa ngga tau? apa ngga ada cara biar bisa dipasangkan OS Windows?
Bos : Iya. Ngga bisa. Saya kan punya MacBook, dia emang udah punya OS sendiri bawaan dari Mac, jd OS nya tersendiri, ngga bisa pake Windows.
*sambil meyakinkan dengan MacBook-nya didepan pelanggan lain yang membuat seolah-olah betapa gapteknya saya, seorang mahasiswa ilmu komputer*
Saya : gitu ya..

Kemudian saya berlalu meninggalkan toko laptop high quality tersebut. Bukan bermaksud menguji tingkat intelejensia seorang pemilik toko laptop, namun saya hanya ingin meyakinkan diri saya sebelum mengambil pilihan untuk membeli laptop tersebut. Perlu saya katakan sebelumnya bahwa saya pernah melihat MacBook yang dipasang OS Windows, dan MacBook yang saya lihat tersebut adalah milik salah seorang dosen saya sendiri di kampus. Kemudian saya langsung dapat mengambil kesimpulan bahwa Kokoh (pemilik toko laptop yang salah satu barangnya MacBook tersebut) sebenarnya bukan orang yang lebih tau tentang laptop dibanding saya, melainkan orang yang lebih gaptek daripada saya dan fatalnya dia tidak menyadari akan hal tersebut, hanya dengan memiliki toko laptop dia sudah cepat menyimpulkan bahwa MacBook tidak bisa dipasang OS Windows.

Kembali ke topik awal, lalu bagaimana tentang cabang ilmu psikologi yaitu hipnotis? Pandangan Islam terhadap hipnotis? Haramkah hipnotis? Dari beberapa tahun ini, banyak sekali artikel yang saya baca mengenai hipnotis, dikatakan bahwa hipnotis adalah proses membangkitkan pikiran bawah sadar untuk memberikan sugesti yang berdampak pada perilaku orang tersebut (biasanya sugesti positif yang dikenal dengan nama hypnotheraphy), bukan ilmu yang mengandalkan jin atau hal yang berbau mistis. Namun selain itu, memang ada suatu ilmu yang sangat mirip dengan hipnotis yaitu untuk memengaruhi orang lain namun mengandalkan mantra, jin, atau hal-hal yang berbau mistis, ilmu tersebut disebut gendam. Keduanya ini kalau dari pandangan orang awam memang terlihat sama, namun kenyataannya berbeda.

Saya adalah seorang muslim, dan saya mengerti bagaimana hukumnya apabila seorang muslim bersekutu dengan jin, atau apapun yang berbau mistis, maka muslim tersebut dapat dikatakan musyrik, atau menyekutukan Allah, dan prosesnya itu diharamkan. Namun disini, saya ingin sedikit meluruskan bahwa sebagai seorang muslim alangkah baiknya kita tidak langsung mengambil kesimpulan yang belum terbukti kebenarannya. Bagaimana jika kenyataannya benar bahwa salah satu hipnotis yang dimaksud tersebut adalah memang benar merupakan suatu cabang ilmu psikologi tentang pikiran bawah sadar manusia yang hanya karena diberi nama hipnotis lalu di haramkan, lalu bagaimana pandangan mereka terhadap kita orang Islam yang langsung menyimpulkan bahwa setiap yang namanya hipnotis itu haram hukumnya, tidak perduli bagaimana proses dan prakteknya. Lalu bagaimana jika tukang urut yang mengobati pasiennya dengan urut juga kita beri nama menghipnotis, bukannya memijat? atau tukang cukur yang sedang memotong rambut orang juga kita sebut hipnotis? atau pembantu rumah tangga yang sedang menyapu tidak kita beri nama menyapu melainkan menghipnotis? apakah semua tindakan yang diberi nama hipnotis akan langsung divonis haram? apakah tidak perlu mempertimbangkan bahwa hipnotis merupakan proses remasan untuk merelaksasikan otot-otot tubuh untuk menyegarkan tubuh, atau hipnotis ternyata merupakan proses pemotongan rambut agar terlihat lebih rapi, atau bahkan hipnotis merupakan proses untuk merapikan dan membersikan rumah, apakah dengan begitu hipnotis dapat dikatakan haram? Lalu bagaimana jika ada orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain menggunakan mantra dan jin, tapi orang tersebut mendeklarasikan prosesnya tersebut dengan nama terapi kesehatan, apakah hal tersebut menjadi tidak haram?

Sebagai seorang muslim yang bijak, ada baiknya kita mengamati dan menilai sesuatu berdasarkan proses dan prakteknya, bukan berdasarkan penamaan saja. Beberapa waktu yang lalu saya melihat program televisi yang membahas tentang Islam dan hukumnya yang kebetulan tema hari itu adalah halal atau haramkah hipnotis dan hukum islam tentang pembangkitan pikiran bawah sadar. Dalam program televisi tersebut dikatakan oleh ustad bahwa diharamkan segala yang namanya hipnotis karena mengandung unsur mistis dan memanfaatkan jin, namun apabila ada suatu proses yang memanfaatkan pembangkitan pikiran bawah sadar dengan tujuan yang baik, mungkin diperbolehkan.

Jadi bagaimana menurut anda tentang hipnotis? menurut saya, selama suatu tindakan yang didasarkan praktek sewajarnya (ilmiah) dengan proses yang baik (tidak musyrik) dan dengan tujuan yang baik pula yang mana merupakan ikhtiar dan tawakkal, lalu dengan alasan apa harus tidak memperbolehkan?

catatan:
Hipnotis sebenarnya merupakan orang yang melakukan, sedangkan prosesnya disebut hypnosis. Namun agar lebih familiar untuk pembaca, penamaan di atas menggunakan kata hipnotis.