Besok Hari Raya Idul Fitri, mudah-mudahan segala kebaikan dianugerahkan Allah kepada kita semua, tidak hanya untuk besok hari tapi untuk seterusnya.

Sudah lama sekali rasanya saya tidak mengulas hal baru mengenai hari-hari yang saya lalui ditahun-tahun terakhir ini. Sebelumnya saya ingin menceritakan hal-hal besar yang terjadi yang belum saya posting. September 2011 tadi saya telah mengakhiri masa mahasiswa S1 Ilmu Komputer saya dengan IP 3,45; hasil yang memuaskan, dan beberapa minggu sebelum itu saya telah direkrut kampus untuk menjadi teknisi honorer di kampus. Dan sekarang alhamdulillah saya telah menjalani pekerjaan ini selama kurang lebih 2 bulan.

Selama 2 bulan terakhir ini banyak sekali lowongan-lowongan pekerjaan berlalu-lalang namun saya tidak terlalu menanggapi hal tersebut lantaran saya menikmati pekerjaan yang sekarang, namun ada beberapa lowongan yang membuat saya secara tidak sadar mengajukan diri untuk bergabung, diataranya PT. Antang Gunung Meratus yang menawarkan salary yang nampaknya tidak diragukan lagi nominalnya. Selain itu, PT. Bank BNI Syariah juga menawarkan salary yang lumayan plus mampu menaikkan status sosial saya dari kasta sudra menjadi kasta Brahmana. Namun sampai saat ini saya terus saja betah menjadi teknisi, padahal di kedua perusahaan tersebut saya terus melaju menembus test-test berikutnya, anehnya, semakin saya berniat meninggalkan pekerjaan ini membuat saya semakin berfikir untuk tidak meninggalkannya, kenapa? padahal teknisi itu pekerjaan yang melelahkan, mengeluarkan biaya karena harus mondar-mandir dengan motor, salary kecil. Entahlah..

Beralih pada kekasih yang sangat saya cintai, Noor Mina Awalin, ia kini tengah bekerja sebagai staff IT sekaligus EDP di salah satu dealer motor bermerk terkemuka di dunia. Selain itu, ia pun ikut mengajukan diri untuk bergabung dalam PT. Bank BNI Syariah, alhamdulillah ia pun terus melaju untuk mengikuti test berikutnya. Mengetahui dia berniat bekerja di Bank seperti pisau bermata ganda, kemajuan ataukah ancaman, disatu sisi ia ingin sekali mencapai cita-citanya namun disisi lain seorang wanita yang bekerja di Bank sepertinya sangat sulit memposisikan diri sebagai ibu rumah tangga. Saya ingin sekali melihat dia tumbuh menjadi wanita mandiri dan berkarir  yang apabila suatu saat saya telah tiada dia mampu bertahan untuk keluarga, namun disisi lain saya juga menginginkan dia menjadi ibu rumah tangga yang baik yang merawat dan mendampingi anak-anak kami dengan penuh kasih sayang, bukan dengan giat bekerja. Dilema. Mudah-mudahan diberikan jalan terbaik, amin.