Bersyukur berasal dari kata dasar syukur yang diambil dari serapan bahasa Arab yaitu syukran yang artinya terimakasih (kira-kira begitu, kesimpulan dari saya sendiri, soalnya kata-katanya mirip:mrgreen: ). Jadi bersyukur bisa diartikan berterimakasih kepada Allah Sang Pencipta atas segala yang telah dikaruniakan kepada kita.

Tiba-tiba saya membuat postingan tentang arti kata bersyukur ini dikarenakan banyak sekali tafsiran yang salah tentang makna bersyukur itu, dan tafsiran yang salah tersebut baru saja saya dengar (lagi) dari orang dekat saya sendiri, jadi daripada berlarut-larut dalam kesalahan tentang makna bersyukur tersebut, maka saya ingin meluruskan lewat postingan ini. Coba simak beberapa kasus dibawah ini.

Kira-kira begini percakapan yang biasa kita dengar..

X: soal gitu aja ga bisa jawab, kamu pasti ga belajar ya, maen terus sih..
Y: saya sudah bersyukur karena diciptakan dengan kemampuan seperti ini. (1)

X: kamu itu laki-laki, ga pengen mandiri, kawin & berkeluarga? kerja donk..
Y: saya bersyukur dengan apa yang orang tua saya miliki, kalo jodoh ya ga kemana. (2)

X: olahraga yang giat gih, kalo gini terus takutnya ntar kamu obesitas..
Y: saya cukup bersyukur dengan badan saya yang seperti ini. (3)

Nah itulah sedikit kasus yang perlu kita teliti tentang makna syukur yang salah. Dari sekian kasus yang kita lihat diatas, memang sepertinya aktor Y adalah orang yang selalu bersyukur, bukan? Tapi coba kita teliti lebih dalam, makna syukur dalam kasus-kasus tersebut lebih mendekati kata “pasrah”, sedangkan yang kita tahu syukur artinya “berterimakasih”, sedikit melenceng.

Saya akan membuatkan sebuah kasus agar lebih mudah dimengerti. Misalkan si A meminjamkan buku kepada si B, si B meminjam buku tersebut dalam waktu yang lama sehingga buku tersebut harus dirawat baik-baik oleh si B sebagai tanda “terimakasih”. Lalu bagaimana kiranya cara berterimakasih yang tepat? Apakah dengan membiarkan buku tersebut lecek dan kumal (pasrah), atau dengan menyampul buku tersebut agar nanti saat buku tersebut dikembalikan kepada si A tetap utuh bahkan menjadi lebih indah?

Sekarang kita kembalikan ke kasus di atas, bagaimana cara si Y bersyukur?
Apakah dengan belajar lebih giat atau hanya pasrah dengan kemampuan otaknya? (1)
Apakah dengan bermalas-malasan hidup dengan harta orang tua dan menunggu jodoh tiba atau bekerja keras dan belajar hidup mandiri serta berusaha menemukan jodoh yang ditakdirkan untuknya? (2)
Apakah cukup menerima keadaan badan yang mendekati obesitas ataukah berusaha untuk hidup sehat dengan berolahraga yang giat? (3)
Mana dari sekian pilihan tersebut yang lebih mendekati makna bersyukur (berterimakasih) kepada Sang Pencipta? Berterimakasih kepada Sang Pencipta bisa dilakukan dengan merawat, menjaga, mengembangkan dan melakukan yang terbaik terhadap apa yang telah dititipkan kepada kita, termasuk mengembangkan otak (menuntut ilmu), bekerja keras dan menjaga kesehatan. Coba simak kutipan lagu D’masiv berikut..

“syukuri apa yang ada..
hidup adalah anugerah..
tetap jalani hidup ini..
melakukan yang terbaik..”

Dari kutipan tersebut kita tau bahwa yang dinamakan dengan bersyukur itu bukanlah pasrah dan hanya membiarkan segala apa yang ada pada diri kita, tapi juga dengan melakukan yang terbaik untuk diri kita dan untuk sesama, itulah yang dimaksud dengan bersyukur.