Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin bercerita terlabih dahulu. Sekarang saya sudah bekerja di Kampus sendiri, kampus Univeristas Lambung Mangkurat Fakultas MIPA jurusan Ilmu Komputer, kampus yang sudah banyak memberikan pengalaman hidup.

Kembali ke jalan yang lurus😀, di kampus pada tahun ini telah dibuka Club IT yang terdiri dari 3 bidang yakni Pemrograman, Multimedia dan Jaringan, yang dikoordinir oleh teman serumah saya Friska Abadi. Bidang pemrograman meraup 35%-45% dari total anggota, bidang multimedia juga 35%-45% dari total anggota, sedangkan 5%-15% dari total anggota sisanya pada bidang jaringan. Dramatis, memang dramatis mengingat peminat dibidang jaringan sangat sedikit, hanya 3 orang – 5 orang dari seluruh peserta. Mengingat keputusan yang dikeluarkan koordinator bahwa “Apabila sudah mengambil 1 bidang Club IT, maka mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti Club IT dibidang lainnya”. Terakhir saya mendengar salah seorang mahasiswa club jaringan yang ingin belajar pemrograman lantas dia berbicara kepada pengurus Club IT untuk mengundurkan diri dari club jaringan dengan perasaan bersalah. Saya memang ditugaskan untuk meng-handle club jaringan, tapi ini bukan stereotype, saya hanya mengganggap keputusan ini kurang tepat mengingat mahasiswa yang mengikuti Club adalah para mahasiswa baru yang mereka sendiri belum mengenal apa yang ada didalam Pemrograman, Multimedia dan Jaringan lantas mereka disuruh memutuskan harus memilih salah satu bidang yang berpengaruh besar terhadap bidang keahlian maksimal bakatnya yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap masa depan dan pekerjaannya kelak.

Saya kuliah selama 5 tahun, dan tahukah anda kapan saya menemukan bakat saya dalam bidang jaringan? Saya mengerti bakat saya ada pada bidang jaringan setelah saya memperoleh wawasan jaringan pada tahun ke 4, nyaris disaat hampir kelulusan. Dari semester 1 saya terus meyakinkan kalau kemampuan saya ada pada pemrograman, bukannya sombong tapi boleh ditanya kepada teman-teman saya bagaimana keahlian saya menggunakan bahasa pemrograman😀, saya terus menerus menempa, mendalami dan mencari bahasa pemrograman yang cocok, tapi justru ditahun ke 4 saya memperoleh sedikit pemahaman tentang jaringan dan saya malah menemukan bakat saya ada disitu. Aneh bukan? Untuk memperoleh hasil maksimal seharusnya saya sudah mendalami bidang jaringan dari awal, namun kesalahnnya adalah diawal saya tidak mengenal apa sebenarnya yang ada didalam jaringan, saya terus meyakinkan kalau bidang saya adalah pemrograman, baru di tahun ke 4 saya mengenal pendalaman jaringan dan tau bakat saya ada disitu.

Saya juga bertanya kepada teman-teman alumni satu angkatan mengenai kapan mereka menemukan bakat dibidang keahliannya, dan lagi-lagi mereka sependapat dengan saya bahwa bakat itu tidak bisa dipaksakan untuk memilih diawal kuliah melainkan akan ditemukan seiring berjalannya waktu.

Selain itu juga saya sependapat dengan pendapat Ketua Program Studi Pak Radityo Adi Nugroho saat Club IT dibentuk, beliau mengatakan “Tidak ada salahnya kalau ada mahasiswa yang haus akan ilmu, maka biarkanlah mereka mengikuti apapun Club yang akan diikutinya selama itu bermanfaat baginya”. Setuju. Saya sangat setuju. Tidak bisa kita menyimpulkan bahwa apabila ada mahasiswa yang mengikuti setiap Club IT maka dia akan menjadi tidak fokus dan tidak memiliki bidang keahlian. Apakah anda bisa menjamin apabila anda memiliki keahlian khusus dan fokus dibidang multimedia lantas anda akan lebih hebat dibidang tersebut daripada orang yang mempelajari semua bidang (secara merata)?

Coba kita lihat gambar berikut. Misalkan keahlian bisa dituangkan dalam indikator chart berikut.

Mr. Smart memiliki keahlian khusus karena hanya mengambil Club Multimedia

Mr. Idiot memiliki keahlian yang merata karena mengambil semua Club.

Mrs. Beauty memiliki keahlian yang merata karena mengambil semua Club.

Dan ini adalah perbandingan ketiganya..😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apakah mungkin terjadi keadaan seperti diatas? Anda pasti bisa menjawabnya sendiri. Walaupun ada kemungkinan seperti Mrs. Beauty yang malah tidak memiliki keahlian, tapi juga ada kemungkinan seperti Mr. Idiot bukan? Oleh karena itulah saya lebih ingin melihat kemampuan mahasiswa dalam tiap bidang yang diikutinya dan mengenalkan manis pahitnya setiap bidang, seiring berjalannya waktu, mahasiswa tersebut pasti tidak bisa terus menerus mengikuti ketiganya, perlahan dia akan mulai keteteran dan tidak bisa mengikuti sebagian bidang, disaat itulah kita tau dimana bakatnya, disaat hanya ada salah satu bidang yang lebih mampu dipertahankannya, barulah disaat tersebut ditempa bakatnya itu. Daripada kita paksakan sekarang memilih salah satu dan diakhir baru dia menyadari bahwa bakatnya bukanlah dibidang itu, pastilah kurang baik bukan?

Sekali lagi, ini hanyalah pendapat saya, tidak bermaksud menyinggung atau bahkan melukai perasaan siapapun, terlepas dari itu kalian para mahasiswa lah yang berhak menentukan jalan mana yang akan kalian pilih.

Selamat berjuang dan temukan bakat kalian..😀