Manakah menurut kalian yang benar-benar cocok untuk saya?

  1. Menjadi dosen ilmu komputer, dengan konseksuensi saya akan mengajar dengan cara saya (bagi teman-teman mahasiswa pasti tau cara mengajar saya) & dengan bakat pengetahuan saya yang seadanya ini.
  2. Menjadi teknisi, dengan konsekuensi kecepatan internet FMIPA seperti 1 tahun terakhir ini (entah membaik atau memburuk, karena user yang menilai) & dengan berbagai perombakan jaringan. Namun bagi staff-staff FMIPA pasti juga sudah tau dengan keterbatasan kemampuan saya yang memang tidak pandai dalam hal troubleshouting & perbaikan komputer, karena kemampuan saya lebih ke jaringan.
  3. Tidak menjadi dosen maupun teknisi, dengan kata lain tidak bekerja di lingkungan FMIPA Unlam, dengan konsekuensi teman-teman di lingkungan FMIPA Unlam akan menemukan pengganti saya yang mungkin nantinya akan lebih baik dalam segala hal.

Berikut sedikit paparan (bukan curhat:mrgreen: )

Apabila saya memilih untuk menjadi dosen ilmu komputer FMIPA Unlam, artinya saya harus memenuhi kriteria sebagai dosen, yaitu berpendidikan minimal S2. Untuk itu, saya harus melanjutkan kembali sekolah selama kurang lebih 2 tahun. Berat sekali rasanya pergi sekolah ke seberang pulau, mengingat banyak hal yang tidak seharusnya saya tinggalkan disini. Memang saat ini pun saya sudah mendapatkan tugas mengajar, tapi tidak mungkin selamanya saya menjadi pengajar dengan status  honorer. Dalam hal finansial, memang menjadi dosen ilmu komputer sangat menjanjikan kesejahteraan, tapi dalam hal pertanggungjawaban mental kita juga tidak luput dari tujuan utama kita sebagai dosen, yaitu menjadi pengajar & pendidik yang baik, bukan berorientasi pada uang semata. Selain itu juga untuk menjadikan anak didik menjadi pribadi yang baik, harus dimulai dari pengajar yang memiliki pribadi baik pula. Sedangkan saya sendiri merasa bahwa saya memiliki kepribadian yang masih belum cukup baik, bagaimana mungkin bisa menjadikan anak didik menjadi lebih baik.

Sedangkan apabila saya memilih untuk menjadi teknisi di lingkungan FMIPA Unlam Banjarbaru, saya tidak diwajibkan untuk melanjutkan sekolah S2 karena kriteria minimal untuk tenaga teknisi adalah sarjana S1 saja. Memang kalau dalam hal jaringan saya dapat bekerja dengan sepenuh hati, karena sedikit karunia bakat yang diberikan kepada saya adalah dalam hal pemrograman & jaringan. Namun disamping itu, kekurangan yang tidak bisa saya pungkiri dalam hal bekerja adalah saya tidak akan begitu betah untuk didiamkan menjadi empu penunggu ruang server untuk mengamati traffic internet. Saat bekerja, saya memang lebih suka kelayapan keluar kantor, keluar lingkungan kampus, bahkan keluar kota, untuk bersosialisasi, belajar & mencuri ilmu teman-teman saya yang juga kebetulan memiliki keahlian jaringan untuk kemudian saya aplikasikan di lingkungan kampus seperti halnya sekarang. Selain itu, kekurangan saya yang lain adalah saya tidak terlalu pandai dalam hal troubleshouting dan perbaikan komputer, sehingga tidak jarang apabila ada yang meminta tolong untuk memperbaiki komputer akan berbuah nihil. Dari kekurangan saya tersebut, jelas sekali keliatan seperti karyawan pemalas yang jarang kekantor dan tidak mau kalau disuruh memperbaiki komputer. That’s fine🙂.

Dan apabila dosen ataupun teknisi kurang cocok untuk saya, maka saya akan mencari pekerjaan baru yang pastinya harus berlokasi di Banjarmasin😀 . Tidak perlu dipertanyakan apakah saya akan kecewa dan bersedih apabila banyak yang mendukung saya ke opsi C, karena saya sendiri akan sangat bahagia apabila memperoleh pekerjaan di Banjarmasin.

Mohon pendapat dan saran rekan-rekan dosen, staff, teman-teman, atau siapapun di linkungan MIPA, (yang jujur) pastinya, agar jalan hidup yang saya pilih tidak menyusahkan / memberatkan orang lain.😀 Kalau berkenan, mohon lampirkan identitas agar saya tau bahwa data ini valid & tidak direkayasa, tapi juga tidak masalah apabila tidak dilampirkan, tenang kawan, saya tidak akan dendam kepada yang memberi opini negatif, karena setiap pendapat akan membantu saya menemukan dimana tempat terbaik untuk saya.🙂