Cerita


 

Sudah beberapa tahun saya vacuum (baca:vakum) dari ngeband alias main musik. Kini band kami tidak ada kabar berita selanjutnya, apa dan bagaimana kelanjutannya, hal itu dikarenakan masing-masing dari personil telah berkeluarga atau sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing (sok sibuk MODE:ON). Untuk itu saya ulas sedikit tentang band saya agar suatu saat dapat dikenang anak cucu kami :mrgreen:, selain itu juga agar para pembaca tau bahwa kami pernah exist di bumi ini :-D.

 

Malaikat, itu nama band kami dulu. Pasti banyak sekali yang bertanya kenapa dinamakan Malaikat? (sok terkenal MODE:ON). Sebenarnya nama Malaikat tidak kami permanenkan dengan sengaja. Begini awal mula ceritanya, nama Malaikat itu sering dilafalkan nenek saya ketika memanggil saya dulu sewaktu kecil, saya juga kurang mengerti dengan jelas apa sebabnya, beliau hanya mengatakan bahwa saya ini terlalu lugu. “Lugu?” :mrgreen: “lugu” sebenarnya kurang tepat ditujukan pada saya, mengingat saya ini bukan makhluk lugu yang seperti pembaca bayangkan :-D.  Back to topic, awal mula, suatu ketika (sekitar tahun 2003-2004, lupa :mrgreen: ) saya bersama teman-teman  mau pergi ngeband (main musik) di studio, bukan studio milik kami pribadi melainkan studio yang disewakan. Setiap kali kami memesan studio melalu telepon, kami selalu kebingungan ketika si pemilik studio menanyakan “pemesanan studio atas nama siapa?”, karena setiap minggunya kami selalu berganti-ganti nama, hal itu juga dikarenakan kami tidak memiliki nama band. Lupa saya sampaikan bahwa semula kami ngeband tidak bertujuan seperti orang ngeband pada umumnya, kami dulu ngeband hanya bertujuan untuk penyegaran, mengisi waktu luang, menghilangkan kejenuhan atas rutinitas sehari-hari. Kembali ke jalan yang lurus :-D, suatu ketika kami kembali ditanyakan oleh si pemilik studio “pemesanan studio atas nama siapa?”, saya bingung harus menjawab apa, entah kenapa tiba-tiba saya saya teringat kata “Malaikat”, spontan  saya katakan kepada teman-teman atas nama Malaikat dan segera saja kami pesan atas nama Malaikat. Sejak saat itu hingga minggu berikutnya ketika memesan studio, selalu nama itu yang kami gunakan.

 

(lebih…)

Iklan

Sambil berbincang dengan ibunda tercinta yang sedang terbaring sakit, tiba-tiba kami terbawa kepada kenangan masa lalu tentang Sungai Martapura dan Kampung Melayu, Kampung dimana kami tinggal selama kurang lebih 20 tahun ini.

Dimulai dengan mengingat para tetangga kami yang sudah banyak pindah meninggalkan kampung ini, mengingat orang-orang yang telah banyak berjasa untuk menjaga kampung ini, hingga kini, saat dimana keindahan Kampung Melayu dan Sungai Martapura hanya menjadi kisah klasik yang hanya bisa diceritakan kakek kepada cucunya, kisah yang hanya menjadi dongeng sebelum tidur, kisah yang apabila diceritakan akan terdengar seperti sebuah negeri impian yang tidak pernah ada. Tapi, saya akan mengajak anda untuk kembali ke masa lalu bersama mesin waktu saya, “kenangan”, beginilah saat itu..

Rumah-rumah di Kampung Melayu merupakan perumahan sederhana yang dibangun di bantaran Sungai Martapura. Dulu, rumah-rumahnya sangat tertata, rapi dan bersih, walaupun tidak terlalu pesat dan berkembang seperti sekarang ini. Pada beberapa rumah yang dibangun diatas perairan kebanyakan terdapat dermaga masing-masing, yang mana dermaga tersebut dikelilingi jalan kayu sehingga terlihat seperti kolam renang sederhana, dimana setiap sore terdapat banyak anak-anak kecil bermain air dan belajar berenang. Sedangkan pada beberapa rumah yang berada didaratan umumnya dibangun sedikit lebih tinggi, sehingga kolong rumahnya pun dapat dimasuki anak kecil atau orang dewasa kalau berjongkok, kolong rumah biasanya ditumbuhi rumput-rumput kecil seperti lumut dibebatuan dan bersih dari sampah, disini biasanya kami bermain sambil istirahat direrumputan.

Sungai Martapura merupakan sumber air bersih kedua yang digunakan perduduk disamping air ledeng. Dalam tiap 1 tahun, ada masanya selama 2 bulan dimana air sungai menjadi sangat bersih dan jernih bahkan melebihi jernihnya air laut, dasar sungai yang sangat dalam pun dapat terlihat jelas. Pada masa ini, ikan-ikan yang dulunya berenang didalam air sebagian besar berenang dipermukaan air, sehingga siapapun dapat menangkapnya dengan mudah, mulai dari ikan yang berukuran 1 jari hingga yang berukuran sebesar paha orang dewasa. Umumnya ikan-ikan Sungai Martapura ini bermunculan pada siang hingga sore hari, tepat saat para penduduk mandi ke dermaga. Selain itu, di dasaran sungai pun dapat terlihat jelas ikan yang hidup berkoloni yang jumlahnya ribuan melewati sungai. Indah bukan?

Huaaaah.. Udah lama ga posting, akibat hibernasi panjang yang ku lalui semenjak mengalami masa-masa Praktek Kerja, dan kini tinggal menghabiskan waktu bersama laporan-laporan yang sudah menanti untuk disusun. Terlalu lama ga posting bisa mengakibatkan gangguan otak hilangnya wawasan kosakata serta hilangnya keahlian menyusun kata menjadi sebuah kalimat utuh. 🙂

Tiba-tiba langsung terpikir buat menuliskan beberapa pengalaman hidup, manis, asam, asin kehidupan yang dilalui beberapa waktu lalu (waktu hibernasi). Mungkin berupa cerita bersambung (Kategori baru: cerita bersambung), karena saat aku membuat postingan-postingan ini, ending dari cerita masih belum diketahui, dan yang sudah pasti tentunya bahwa cerita-cerita ini adalah merupakan “kisah nyata“. Semoga ending dari setiap cerita akan berakhir baik dan memberi pengalaman buat pembaca tanpa harus melaluinya serta memberi manfaat tentang kisah-kisah kehidupan.. 🙂

Setelah beberapa hari mengalami momen-momen sulit, kini saatnya aku buat bangkit lagi, ya paling ga bikin postingan baru. Kali ini mengenai wawancara mahasiswa ilkom angkatan ’08.

Malam itu aku langsung datang menuju TKP kampus, keadaan seperti sunatan masal atau kaya lagi bagi-bagi sembako mahasiswa yang mo demo kenaikan beasiswa BBM. Beberapa saat sebelum acara dimulai, aku bener-bener ga tau acaranya ini gimana, apa yang harus dilakukan, siapa yang bakal diwawancara (aku yang ditanya atau malah nanya ❓ ). Trus kalo aku yang wawancara, mesti nanya apa?

Tiba-tiba turun ilham, seketika setelah aku melihat meja bertuliskan “divisi pendidikan dan kebudayaan”. I’ve got idea..! aku tinggal tanya aja apa yang berhubungan dengan keadaan saat ini, “Apa yang kalian ketahui tentang divisi pendidikan dan kebudayaan?”. Nah.. dari sinilah muncul argumen-argumen aneh unik menurut pendapat mereka.

  • · “divisi yang bergerak dibidang pendidikan & kebudayaan”
  • · “divisi yang ngadain seminar” (seminar opooo.. 😕 )
  • · “divisi yang mendidik orang-orang” (emangnya orang belum pernah dapet pendidikan :mrgreen: )
  • · “divisi yang.. pas aja deh”
  • · “jawaban saya kaya dia..” *nunjuk-nunjuk temennya*
  • · “ga tau..”

“AARRRRGGGGHHHGHGHGHGHGHGH..”

Dari jawaban-jawaban tersebut, aku pusing 7 keliling lapangan futsal plus push up 200, hanya sedikit jawaban yang masih masuk akal, mgkn karena penanya nya aja yang kurang profesional ya.. ❓ atau mungkin karena aku yang terlalu jenius sehingga pertanyaan ku kurang bisa ditangkep akal sehat. :mrgreen: Tapi syukurlah, dari beberapa mahasiswa yang ku wawancara, dari wajahnya ternyata masih ada yang benar-benar berminat untuk berorganisasi, jadi kini aku bisa tenang karena bakal ada calon penerus kami sebagai angkatan ’06.

Untuk angkatan ’08, selamat berjuang! Semoga kalian bersama angkatan ’07 bisa menjadi penerus yang bisa menjadikan ilkom lebih baik lagi.. 😀

Sore. Berantakan. Aku sedang bersih-bersih rumah yg sedang dalam keadaan seperti kapal pecah, dibantu sm gadis, itu panggilan adik kecilku, saudara ku perempuan satu-satunya di antara 3 gaban (sodara laki-laki mksudnya) lainnya.

*sambil berish-bersih*

Gadis : “Baiti Jannati….”

Aku : “…”

Gadis : “ka hafiz, emang bner rumahku surgaku??”

Aku : “kata orang..” *smbil curiga dengan lontaran pertanyaan aneh itu*

“emang kenapa?”

Gadis : “klo emang bner surga kya ini, mndingan aku ga usah msuk sorga aja deh..”

Aku : “GGGGKGKGGKGKGKG…”

jauh kau pergi,
meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini ku coba
mencari penggantimu
namun tak lagi
kan seperti dirimu oh kekasih

inilah sepenggal lyric dari lagu yang dinyanyikan geby untuk kekasihnya yang sudah tidak ada. banyak versi kisah dibalik lagu.. salah satunya :

dy tu aslinya ank bali. dy bkin lirik tu sndri. karena dy ditinggal olh kekasihnya yg meniggal dlu. pertama ceritanya, geby tu mahasiswa universitas di jogja. kejadian itu terjadi di bali kmpung halmannya. kejadian ini berlangsung tanggal 11 januari 2008 pada malam hari, waktu itu geby ma teman ne naik mobil kijang panter dy lg m jalan2 gtu dech
ternyata waktu perjalanan dy melihat sang kekasih lagi sama cewek lain lalu dy manggil kekasihnya tu, sehabis melihat kekasihnya lagi selingkuh dy ngebut pulang kerumah tmen td tanpa disdri pacar geby td ngikutin geby tp dy kehilangan dy terus dy cari sesampai dijalan yang spi dy ngebut karena dy liat mobil geby ternyata disana ada simpang jalan dsitu pacar geby mninggal kecelakaan. 2 hari kmudian geby diberitahu bahwa pacarnya telah meninggal karena kecelakaan. setelah mendengar kabar itu geby g prnah keluar dari kamar dy ngurung dri dsna. sambil nangis dy bikin lagu yang kni telah menyebar. stelah itu malam harinya dy dibujuk untuk keluar kmar olh temannya ternyata dy mw, dy diajak ke sebuah cafe dibali. distu dy cbo untuk nyanyi kan lgu buatannya td. tpi sebelum nyanyi dy minum obat yang punya dosis tinggi, dy minum semua obat tadi tanpa sepengetahuan temannya. setelah minum cy nik keta panggung. lalu dya nyanyi waktu dy tengah2 tangan geby bercucuran keringat. kan dilgunya terdengar suara senar gitar putus itu geby mulai merasa sakit didada setelah suara senar tdi lagunya selesai hanya sampai di pernah ada. lalu lagunya habis sebetulnya lagunya itu masih panjang. dan disitu terdengar suara teriakan seorng cewek itu temen geby. yang tw bahwa dya minum obat dosis tinggi. stelah itu geby jatuh dari bangku yg didudukinnya lalu dy sekarat dalam keadaan memegang gitar, dy dilarikan kerumah skit ternyta dy meninggal di jlan. jadi dy g jd dibawah kerumah sakit

link

Posted by: rAjA_ | March 20, 2008 07:46 AM

dan masih banyak versi cerita yang lain,
yang jadi pertanyaan,
1. nama asli vokalis-nya
2. bener ga sih kalo vokalisnya udah meninggal??
3. kalo emang udah meninggal, yang bener gantung diri/over dosis??
4. kalian yang tanya deh…

gimana menurut kalian ??

Link download mp3-nya : disini

Di sebuah halte bus terjadi percakapan antara 2 orang penumpang yg sedang nunggu bus. Salah seorangnya adalah perokok berat. Terlihat si perokok berat sdh mengepul2kan asap..

Mr. Z      : udah lama mas ngerokok nya?

Perokok : udah

Mr. Z      : sejak kapan?

Perokok : 7 taon

Mr. Z      : Whah.. ternyata anda ini perokok berat ya.. sebenarnya y mas, klo d itung2 merokok itu apa untungnya coba?! udah d isep, d kluarin lagi, cape donk. udah gitu, duit jadi boros.. (dgn nada ngomel2)

                  Gini, mas sehari ngerokok brapa batang??

Perokok : dkit kok, paling 2

Mr. Z      : 2 batang??

Perokok : 2 kotak..

Mr. Z      : ARRGGHHH…

                  nah.. 2 kotak itu berapa? saya anggp aja 15 ribu. 15 ribu itu klo d kali seminggu brapa? d kali sbulan? trus klo d kali setaon, nah.. anda kali kan aja, brapa duit sdh anda habiskn hnya buat ngerokok?! coba klo d simpan, mgkn anda sekarang sdh bisa beli motor! ga perlu panas2n nungguin bus..

Perokok : anda ngerokok?

Mr. Z      : ngga..

Perokok : trus ngapain anda d sni?

Mr. Z      : …

Laman Berikutnya »