pelajaran hidup


Pasca lebaran, ya Allah, rasanya ingin sekali bertemu dengan kawan-kawan Pegasus sejak berbulan yang lalu, terlebih lagi saat ini masih dalam suasana Idul Fitri, ingin rasanya bersalamsemutan, tidak bisa dipungkiri, kawan-kawan yang sudah melewati susah dan senang selama beberapa bulan yang lalu, yang kini sudah dipisahkan oleh jarak, sangat jelas tergambar memori-memori indah tersebut beberapa malam ini khususnya, itu juga yang sekarang membuat saya tidak bisa tidur, ingin rasanya menanyakan kabar mereka satu persatu, tapi jelas sekali itu tidak bisa saya lakukan karena beberapa hal yang tidak bisa saya sebutkan. 😦
Walaupun mungkin selama bertemu, saya merupakan pribadi yang tidak begitu memberi kesan berarti bagi mereka, tapi bagi saya mereka semua begitu banyak memberikan warna indah dalam perjalanan hidup saya dan sudah menjadi saudara yang begitu dekat, mudah-mudahan Allah akan mempertemukan kami semua kembali untuk hidup berdampingan dan selalu menjaga silaturahmi kami selamanya. Pegasus.

Iklan

Setelah sebelumnya saya pernah menulis dan meminta pendapat mengenai pekerjaan saya sebelumnya, akhirnya saya sudah menemukan jawabannya. Jawaban atas pekerjaan saya yang baik untuk setiap orang yang ada di sekitar saya, yang secara tidak langsung juga baik untuk saya.

Sekarang saya sudah bekerja di Perbankan, salah satu bank terbesar di Kal Sel dan alhamdulillah bisa menyalurkan hobi dan bakat saya tentang komputer karena saya ditempatkan di bagian IT (TSI – Teknologi Sistem Informasi) lebih tepatnya dibagian Keamanan Sistem & Jaringan.

Banyak sekali yang saya dapat selama lima bulan ini sejak saya mengikatkan diri di bank tempat saya bekerja ini. Selain ilmu-ilmu baru (2 bulan terakhir), juga pengalaman yang tidak bisa terlupakan (3 bulan di awal) selama masa karantina. Selain itu, saya dipertemukan dengan orang-orang luar biasa yang sampai sekarang telah menjadi sahabat-sahabat terbaik dalam hidup saya, ingin rasanya disebutkan satu-persatu tapi tidak sekarang, tunggu postingan saya berikutnya. 😀

pegasus cowo pegasus cewe

Sekarang saya ditempatkan dikantor pusat, sementara 35 orang sahabat-sahabat saya yang lainnya tersebar di berbagai cabang di berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan kami diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul kembali bekerja di kantor pusat, dan hanya dibatasi oleh bilik-bilik & cubicle-cubicle meja kerja, dan dapat mengobati rasa rindu setiap saat. Amiiin.

Manakah menurut kalian yang benar-benar cocok untuk saya?

  1. Menjadi dosen ilmu komputer, dengan konseksuensi saya akan mengajar dengan cara saya (bagi teman-teman mahasiswa pasti tau cara mengajar saya) & dengan bakat pengetahuan saya yang seadanya ini.
  2. Menjadi teknisi, dengan konsekuensi kecepatan internet FMIPA seperti 1 tahun terakhir ini (entah membaik atau memburuk, karena user yang menilai) & dengan berbagai perombakan jaringan. Namun bagi staff-staff FMIPA pasti juga sudah tau dengan keterbatasan kemampuan saya yang memang tidak pandai dalam hal troubleshouting & perbaikan komputer, karena kemampuan saya lebih ke jaringan.
  3. Tidak menjadi dosen maupun teknisi, dengan kata lain tidak bekerja di lingkungan FMIPA Unlam, dengan konsekuensi teman-teman di lingkungan FMIPA Unlam akan menemukan pengganti saya yang mungkin nantinya akan lebih baik dalam segala hal.

Berikut sedikit paparan (bukan curhat :mrgreen: ) (lebih…)

Setelah lama mengamati dan belajar dari setiap pengalaman yang dilalui setiap teman-teman dan sahabat, akhirnya saya dapat menyimpulkan sedikit tips untuk wanita agar dapat mempertahankan hubungannya dan menjaganya tetap awet kaya pake formalin :mrgreen:. Tips berikut ini hanya sedikit dari berbagai cara, simaklah yang berikut ini. 😀

Jangan Menjadi Lebih dibandingkan Pria Anda

Mengapa? Apa salahnya menjadi “LEBIH” dibanding kekasih (pria) sendiri? Tidak ada yang salah bukan? Bukankah ini menganut emansipasi wanita? So, wajar-wajar saja bukan? Tidak, tentu tidak wajar teman. 🙂 Kalau anda adalah salah satu wanita yang ingin mempertahankan hubungan ada baiknya mempertimbangkan hal sepele ini. Perlu saya ingatkan teori yang telah banyak dilupakan para wanita yaitu “Pria adalah Raja didalam Kerajaannya Sendiri”, So apabila anda (wanita) ingin tetap berada didalam kerajaan tersebut tentu tidak mungkin anda juga menjadi raja, bukan? Paling tidak, anda bisa menjadi ratu, istri sang raja yang paling berkuasa. Karena tidak mungkin ada 2 pemimpin berada dalam satu kekuasaan.

Berikut ini beberapa contoh hal yang sebaiknya anda perhatikan untuk menjadi ratu. (lebih…)

Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin bercerita terlabih dahulu. Sekarang saya sudah bekerja di Kampus sendiri, kampus Univeristas Lambung Mangkurat Fakultas MIPA jurusan Ilmu Komputer, kampus yang sudah banyak memberikan pengalaman hidup.

Kembali ke jalan yang lurus :D, di kampus pada tahun ini telah dibuka Club IT yang terdiri dari 3 bidang yakni Pemrograman, Multimedia dan Jaringan, yang dikoordinir oleh teman serumah saya Friska Abadi. Bidang pemrograman meraup 35%-45% dari total anggota, bidang multimedia juga 35%-45% dari total anggota, sedangkan 5%-15% dari total anggota sisanya pada bidang jaringan. (lebih…)

Bersyukur berasal dari kata dasar syukur yang diambil dari serapan bahasa Arab yaitu syukran yang artinya terimakasih (kira-kira begitu, kesimpulan dari saya sendiri, soalnya kata-katanya mirip :mrgreen: ). Jadi bersyukur bisa diartikan berterimakasih kepada Allah Sang Pencipta atas segala yang telah dikaruniakan kepada kita.

Tiba-tiba saya membuat postingan tentang arti kata bersyukur ini dikarenakan banyak sekali tafsiran yang salah tentang makna bersyukur itu, dan tafsiran yang salah tersebut baru saja saya dengar (lagi) dari orang dekat saya sendiri, jadi daripada berlarut-larut dalam kesalahan tentang makna bersyukur tersebut, maka saya ingin meluruskan lewat postingan ini. Coba simak beberapa kasus dibawah ini.

Kira-kira begini percakapan yang biasa kita dengar..

X: soal gitu aja ga bisa jawab, kamu pasti ga belajar ya, maen terus sih..
Y: saya sudah bersyukur karena diciptakan dengan kemampuan seperti ini. (1)

X: kamu itu laki-laki, ga pengen mandiri, kawin & berkeluarga? kerja donk..
Y: saya bersyukur dengan apa yang orang tua saya miliki, kalo jodoh ya ga kemana. (2)

X: olahraga yang giat gih, kalo gini terus takutnya ntar kamu obesitas..
Y: saya cukup bersyukur dengan badan saya yang seperti ini. (3)

Nah itulah sedikit kasus yang perlu kita teliti tentang makna syukur yang salah. Dari sekian kasus yang kita lihat diatas, memang sepertinya aktor Y adalah orang yang selalu bersyukur, bukan? Tapi coba kita teliti lebih dalam, makna syukur dalam kasus-kasus tersebut lebih mendekati kata “pasrah”, sedangkan yang kita tahu syukur artinya “berterimakasih”, sedikit melenceng.

Saya akan membuatkan sebuah kasus agar lebih mudah dimengerti. Misalkan si A meminjamkan buku kepada si B, si B meminjam buku tersebut dalam waktu yang lama sehingga buku tersebut harus dirawat baik-baik oleh si B sebagai tanda “terimakasih”. Lalu bagaimana kiranya cara berterimakasih yang tepat? Apakah dengan membiarkan buku tersebut lecek dan kumal (pasrah), atau dengan menyampul buku tersebut agar nanti saat buku tersebut dikembalikan kepada si A tetap utuh bahkan menjadi lebih indah?

Sekarang kita kembalikan ke kasus di atas, bagaimana cara si Y bersyukur?
Apakah dengan belajar lebih giat atau hanya pasrah dengan kemampuan otaknya? (1)
Apakah dengan bermalas-malasan hidup dengan harta orang tua dan menunggu jodoh tiba atau bekerja keras dan belajar hidup mandiri serta berusaha menemukan jodoh yang ditakdirkan untuknya? (2)
Apakah cukup menerima keadaan badan yang mendekati obesitas ataukah berusaha untuk hidup sehat dengan berolahraga yang giat? (3)
Mana dari sekian pilihan tersebut yang lebih mendekati makna bersyukur (berterimakasih) kepada Sang Pencipta? Berterimakasih kepada Sang Pencipta bisa dilakukan dengan merawat, menjaga, mengembangkan dan melakukan yang terbaik terhadap apa yang telah dititipkan kepada kita, termasuk mengembangkan otak (menuntut ilmu), bekerja keras dan menjaga kesehatan. Coba simak kutipan lagu D’masiv berikut..

“syukuri apa yang ada..
hidup adalah anugerah..
tetap jalani hidup ini..
melakukan yang terbaik..”

Dari kutipan tersebut kita tau bahwa yang dinamakan dengan bersyukur itu bukanlah pasrah dan hanya membiarkan segala apa yang ada pada diri kita, tapi juga dengan melakukan yang terbaik untuk diri kita dan untuk sesama, itulah yang dimaksud dengan bersyukur.

Untukmu yang letih, bisikkanlah ini …

Tuhanku yang amat aku cintai,
lihatlah wajahku yang letih ini …

yang telah berupaya menuruti tuntunanMu
untuk bekerja keras dalam kejujuran,
untuk kebaikan hidupku dan kebahagiaan keluargaku,
tapi …

yang belum dihargai dengan baik oleh sesamaku …

Aku yang dicari saat aku tak ada,
tapi yang diabaikan saat aku ada,
yang diperintah tanpa mengukur kekuatanku,
yang dimarahi tanpa perduli hatiku pun bisa sakit,
yang disebut namaku hanya dalam kemarahan,
yang dihargai seperti aku lebih murah dari perabot rumah mereka.

Tapi itu semua bukan salahMu.

Ini pasti karena aku belum cukup memampukan diriku.

Besok, aku akan mencoba lebih berani lagi,
berupaya lebih bertenaga lagi,
dan bertahan lebih sabar lagi.

Besok, aku akan memperpanjang setiap menitku
dengan doa dan kerja keras,
akan kuperindah setiap menitku dengan kesyukuran,
dan akan kujadikan setiap menitku bernilai,

karena aku khawatir waktuku akan habis
sebelum aku sepenuhnya mampu membahagiakan
ibu dan ayahku, kekasih hatiku, anak-anakku,
dan mereka yang kucintai dan yang mencintaiku.

Tuhan … biarkanlah aku menangis sebentar,
dan jika nanti aku terlelap dalam isakku,
lepaskanlah letih dari ototku,
bersihkanlah pikiranku dari bebannya,
usirlah momok dari hatiku,
dan haluskanlah jalan nafasku.

Tuhan, sayangilah aku, selamatkan dan
sejahterakankah kekasih kecilMu yang letih ini.

Aamiin

By Mario Teguh

Laman Berikutnya »